Jumat, 14 November 2014

SWOT Strategi



Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru[1]

Dari sekilas bagaimana teori strategi analisa swot, maka akan ada suatu kasus percobaan dibawah ini untuk sedikit menerapkan analisa tersebut.

kasus


Abraham adalah seorang Chief Information Officer (CIO) Perusahaan XYZ, yang memiliki volume penjualan perusahaan mencapai lebih dari $ 100 juta per tahun, melayani lebih dari 2300 pelanggan, dan mempekerjakan lebih dari 300 pegawai. Abraham telah menguasai seluruh kegiatan perusahaan dengan baik (memahami business strategy). Bersama dua orang asisten dia menganalisis semua kebutuhan informasi, yakni dengan meneliti semua socio-techno informasi yang ada di perusahaan, lalu membuat sebuah sistem pemrosesan data. Dilanjutkan dengan membeli piranti keras (hardware) komputernya dengan persetujuan dari manajemen. Ketika Sistem Informasi Manajemen (SIM) baru diinstalasi, dilakukan mutasi pegawai ke tugas-tugas baru, dan formulir-formulir serta prosedur-prosedur baru diperkenalkan kepada semua users di perusahaan tersebut. Alhasil, para pekerja menjadi bingung dan marah. Dalam waktu satu minggu suasana sudah menjadi kacau, meskipun instalasinya telah direncanakan dengan cermat oleh Abraham. Dimana letak kegagalan Abraham dalam persiapannya? Dan apa yang harus dilakukan Abraham sekarang?”


Pada kasus diatas bisa dinilai:

STRENGTHS
            Seorang abrahan bukan manusisa sepele yang bisa dinilai sebelah mata, Abraham seorang Chief Information Officer (CIO) diperusahan, ia mempunyai andil yang sangat besar, dibawah tangannya sebagai CIO ia mampu memompa volume penjualan perusahaan sampai $100 juta pertahun dan mampu menyervice sampai 2300 customer dan mebawahi 300 pegawai.

OPPORTUNITIES
            Abraham mempunyai kesempatan emas dalam hal ini, Abraham yang sudah naik daun dan menjadi primadona dalam bisnisnya ia sudah mampu mengambil keputusan dalam berbagai hal, setelah melihat bisnisnya begitu baik berjalan, akhirnya ia memutuskan untuk membeli hardware untuk mensupport bisnisnya. Pendapatnya dengan menggunakan hardware akan memberi pencerahan baru pada bisnisnya, dan membulatkan tekat setelah ia membicarakan dengan bagian manajement.

WEAKNESSES
            Namun sayang, Abraham tidak memperhatikan karyawannya, ia tidak mempertimbangkan konsekuensi dari keputusannya, sehingga karna tidak adanya sosialisasi yang baik dalam organisasi, dan sekarang para karyawan tidak berkonstribusi dengan baik, dari situ akan berdampak buruk pada bisnisnya tersebut, bisa jadi aka nada penurunan pada bulan tersebut atau selama belum ada perbaikan, karena kekurang nyamanan customer service.

THERST
            Ancaman pada Abraham, jika saja masalah ini larut bisa menyebabkan menyusut setiap tahunnya, dikarenakan ketidak nyamanan pada karyawan, sehingga berdampak pada kenyamanan customer juga.

0 komentar:

Posting Komentar